Mitologi Yunani : Dua Belas Dewa Olympus

1. Zeus

Zeus adalah Dewa Pemimpin yang bertahta di Olympus. Ia menikah dengan adik perempuannya, Hera ya ng menjadi Dewi Penikahan.
Zeus membagi dunia menjadi tiga dan membagi dunia-dunia tersebut dengan kedua saudaranya, Poseidon yang menjadi Dew a Penguasa Lautan, dan Hades yang menjadi Dewa Penguasa a Alam Kematian. Dari tahtanya di Gunung Olympia, Zeus mengatur dewa dan manusia dan menjaga alam semesta agar tetap tertib dan adil. Dengan senjata petir ditangannya, senjata yang paling ditakuti dibumi dan dikahyangan. Saat Troya genting, dewa-dewa lain memilih pahlawannya diantara prajurit tapi Zeus menolah berpihak.

2. Hera

Hera dikenal sebagai istri dan saudara dari Zeus. hera adalah dewi pernikahan.
Ia digambarkan sebagai dewi yang penuh keagung an dan penuh hikmat. Sering ditahtakan dan dimahkotai dengan polos (mahkota berbentuk silinder tinggi), yang hanya dikenakan oleh beberapa dewi-dewi besar.
Keturunan Hera dengan Zeus antara lain, Ares, Hebe (dewi kaum muda), Eris (dewi perselisihan), dan Eileithyia (dewi kelahiran). Karena Hera cemb uru dengan Zeus yang melahirkan anak dengan Athena, maka Hera juga melahirkan anak dengan Hephaestus.

3. Poseidon

Poseidon dikenal sebagai dewa penguasa laut Dengan air lebih dari 70 persen menutupi permukaan bu mi adalah wajar apabila ditunjuk seorang dewa yang bertugas mengatur laut dan semua keajaibannya.
Poseidon-lah yang bertugas untuk itu. Seperti laut yang temperamental, ia mengatur daerah kekuasa annya jauh dibawah permukaannya.
Selama perang, Poseidon memihak Yunani, kaum pelaut. Tapi saat berlayar pulang, karena sombong atas kemenangan mereka, Poseidon menurunkan badai dan memporak-porandakan armada mereka.
Apakah melalui hembusan an gin lembut maupun ombak ganas, Poseidon dengan trisula ditangan masih berbicara pada kita saat ini, sebuah kekuatan yang sama abadinya dengan gelombang pasang.
4. Ares

Ares merupakan dewa perang dalam mitologi Yunani. Dalam mitologi Romawi ia dikenal dengan nama dewa Mars. Ia memiliki 2 pengawal yaitu Phobos dan Deimos.
Nama Mars menjadi salah satu planet yang dekat bumi dan memiliki 2 bulan, yang dinamai sesuai nama pengawalnya: Phobos dan Deimos. Nama bulan Maret merupakan persembahan baginya. Dengan nafsu untuk menghancurkan secara bengis dan kejam pada legendanya, merupakan cerminan sifat manusia yang paling buruk.
Ia menjelajahi bumi menebar kehancuran dan kekejaman hingga nyanyian ratapan korbannya membahana di langit. Dalam perang Troya, dengan kekuatannya ia membantu prajurit Troya, Hector.

5. Hermes

Hermes adalah salah satu dewa dalam mitologi Yunani, yang dianggap sebagai dewa keberuntungan, dewa pelindung bagi kaum pedagang, dan juga dewa pengirim berita. Dalam mitologi Romawi, ia disebut juga sebag ai Mercurius. Hermes adalah dewa yang selalu bergerak. Terompah bersayap dengan tongkat perlindungan ditangannya, ia paling dikenal sebagai utusan Zeus dan pelin dung para pengelana. Sesuai dengan itu, ia juga dewa pencuri dan perniagaan. Dikisahkan pad a masa kecilnya ia mencuri kawanan ternak Apollo kemudian m embuat harpa dari rumah kura-kura sebagai permohon an maafnya. Dikisahkan ia menolong Odysseus saat pulang dari Troya, dan sejak itu ia dihargai sebagai penolong para pengelana. Terkenal karena kekuatan fisiknya, ia juga dikenal sebagai pencipta olahraga balap lari karena ia selalu berlari cepat untuk menyampaikan pesan para dewa.

6. Hephaestus

Di atas gunung Olympia, semua dewa lain berparas tampan. Kecuali Hephaestus yang digambarkan buruk rupa. Menurut legenda, karena ada perselisihan, Zeus melemparkan Hephaest us ke bumi dan membuat kakinya menjadi pincang selamanya.
Apapun kekurangan yang ada dalam dirinya, ditutupi Hephaestus dengan kekuatan yang luar biasa. Dan meski ia cacat, atau mungkin justru karena itu ia ahli menciptakan objek-objek yang sangat indah. Dari bengkel kerjanya jauh di dalam bumi, penguasa api dan tempaan ini menciptakan istana, makam dan baju de wa-dewi, seperti: halilintar Zeus dan baju baja Athena.
Dalam perang Troya, ia juga menciptakan baju baja baru bagi Achilles.

7. Aphrodite

Aphrodite adalah Dewi Cinta dan Kecantikan dalam mitologi Yunani. Dalam legenda Romawi disebut sebagai Venus.
Ada dua legenda berbeda mengenai kelahiran Aphrodite. Legenda pertama menyebutkan Aphrodite adalah putri dari Zeus dan Dione. Tetapi legenda ini kurang populer. Legen da kedua menyebutkan bahwa Aphrodite lahir dari alat kelamin Uranus sang Ti tan yang dikebiri oleh Cronus. Aphrodite, dewi asmara dan kecantikan. Aphrodite yang sangat menarik, menggoda dewa dan manusia dengan kecantikannya yang menghipnotis. Ada yang mengatakan ia anak Zeus.

8. Athena

Athena, dewi kerajinan tangan, keterampilan rumah tangga dan perang. Sebagai dewi perang ia membanggakan kepandaian dewatanya dan kekuatannya yang luar biasa.
Menurut legenda, ia muncul dalam keadaan dewasa lengkap dengan baju baja, sebagai anak Zeus. Dari semua anaknya, Zeus memilih Athena sebagai pembawa tameng dan halilintar. Musuh yang dhsyat bagi Troya, ia berperang di pihak prajurit Yunani dan dikisahkan ia berduka atas kematian Achilles. Tapi saat Troya jatuh dan Yunani mencemari kuilnya, ia menuntut ba las. Dia meminta Poseidon menurunkan badai yang mengacaukan pulangnya kapal-kapal Yunani.

9. Apollo

Apollo adalah Dewa cahaya, musik, pepanah, pengobatan, dan penyair dalam Mitologi Yunani dan mitologi Romawi.
Ia merupakan anak dari Zeus dan Leto dan saudara kembar Artemis. Ramalan Orakel Delphi menunjukkan bahwa Apollo adalah salah satu dewa terpenting di Olimpus. Apoll o, Dew a nubuatan, musik dan penyembuhan, memberikan kebijaksanaan sebagai perantara antara dewa dan manusia. Dengan kepandaian yang tinggi, bagai anak panah yang lepas dari busurnya, dikisahkan dia adaalah dewa pertama yang mengajar manusia seni pengobatan dan penyembuhan termasuk lewat musik. Ia dianggap membantu manusia mencapai potensi sepenuhnya dengan anugerah pencerahannya. Selama perang Troya, dipercaya bahwa Apollo berpihak dan menolong prajurit Hector di medan laga.

10. Artemis

Artemis merupakan putri dari Zeus dan Leto, serta saudara kembara Apollo. Artemis merupakan dewi hutan dan perbukitan, digambarkan selalu membawa busur dan anak panah. Rusa dan pohon siprus dikeramatkan baginya.
Artemis, Dewi berburu. Sama liarnya dengan alam itu sendiri. Merupakan dewi suci bagi pemburu dan pelindung kaum muda yang dengan tenang mengatur tempat-tempat bumi y ang liar. Saudari kembar Apollo ini terampil dalam memanah meleb ihi semua dewa di Gunung Olympia.

11. Demeter

Demeter dalam mitologi Yunani merupakan sebutan untuk dewi kesuburan. Konon, Demeter merupakan putri dari K ronos dan Rhea yang sewaktu bayi sempat ditelan bulat-bulat oleh Kronos karena sifat paranoid ayahnya. Keunikan dari Demeter adalah kecintaannya dalam mengajari manusia bercocok tanam sehingga manusia meninggalkan cara hidup berburu dan meramunya menjadi bercocok tanam. Di rambut Demeter terdapat jalinan dari bulir-bulir padi yang menunjukkan identitasnya sebagai dewi kesuburan. Demeter memiliki seorang anak bernama Persefone yang menjadi istri dari Hades. Konon, kisah Persefone ini merupakan asal mula ti mbulnya empat musim. Saat Persefone pergi bersama Hades di mana tidak terdapat sinar matahari, saat itulah terjadinya musim dingin. Dan ketika Persefone pergi bertemu Demeter sekali setahun, saat itulah tiba musim semi. Demeter, Dewi Pertanian dan Kesuburan dianggap yang pertama mengajar manu sia menggarap tanah dan memanen. Diberkahi kuasa mendatangkan kemakmuran dan kelaparan bagi manusia.

12. Dionysus

Dionysus atau Dionysos atau dikenaDi atas gununl sebagai Bacchus dalam mitologi Yunani dan Romawi adalah dewa anggur (arak) dan selalu diasosiasikan sebagai dewa pesta. Satu-satunya dewa yang memili ki orang tua manusia adalah Dionysus.
Anugerah ajaibnya, air suling buah anggur ada lah pembawa kegembiraan maupun penyebab kegilaan. Ciptaannya yang memabukkan itu bisa membuat heboh peminumnya dan juga menyulut kekacauan akibat mabuk. Pada masa kuno, pemujanya berkumpul di hutan dan menari untuk menghormatinya dan minum hingga mabuk. Prajurit Troya ingin terbebas dari kegelisahan dengan ramuan mujarabnya. Sungguh, itulah kenyataannya sepanjang zaman sampai saat ini.Tapi Dionysusjuga dikenal sebagai dewa teater dan beberapa puisi kuno terbesar dipersem bahkan baginya.

Dipublikasi di keunikan Yunani | Tinggalkan komentar

10 Hal Menarik di Athena

 

ketika mengunjungi Athena, Yunani, ada banyak hal yang bisa Anda lakukan. Selain warisan era klasik seperti museum, taman, dan kawasan budaya, juga ada pusat perbelanjaan modern seperti bar atau klub. Namun, jangan pula melewatkan mencoba kuliner Yunani.

Berikut ini 10 hal menarik yang bisa Anda lakukan selama di Athena.

1. Mengunjungi Acropolis Athena

Terlihat dari hampir setiap sudut kota, Acropolis yang mendominasi langit Athena, berdiri kokoh dan bermartabat. Acropolis merupakan sebuah intisari dari era klasik dan salah satu monumen yang paling penting dalam daftar warisan dunia. Kuil Parthenon yang mendominasi kawasan Acropolis setiap tahun menarik jutaan pengunjung. Ini merupakan daftar kunjungan awal anda ketika pergi ke Athena.

Acropolis buka setiap hari mulai pukul 8.00-19.30 waktu setempat (musim panas) dan pukul 8.30-15.00 waktu setempat (musim dingin). Harga tiket memasuki tempat ini 12 Euro (sekitar Rp141 ribu).

2. Penggabungan Athena kuno ke dalam kota kontemporer

Berjalanlah di sepanjang Monastiraki, Plaka, Theseion dan distrik Kerameikos. Di sana Anda akan merasa berada di Athena zaman dulu. Kini sebagai hasil dari proyek pembangunan kota (Unifikasi situs arkeologi), mayoritas situs arkeologi telah sempurna digabungkan ke dalam kota kontemporer.

Anda bisa berjalan-jalan di Athena atau sekedar duduk-duduk untuk minum kopi sambil menikmati situs-situs kuno seperti Ancient Agora, Roman Agora dan lain-lain.

3. Mengenal lebih jauh 5.000 tahun peradaban manusia

Museum di Athena menyokong pameran penting yang bisa membawa Anda ke dalam perjalanan 5.000 tahun dari peradaban manusia. Di mulai dengan era Cycladic, menjelajahi era klasik zaman Romawi, era Bizantium, era kerajaan Utsmani, kemudian melewati era Pencerahan.

4.Hiking di jantung kota

Salah satu hal terbaik yang bisa dilakukan di Athena adalah mengunjungi Gunung Lycabettus yang terletak di jantung kota. Perjalanan sangat ideal dilakukan dengan berjalan kaki atau dengan mobil kabel seharga 6 euro (sekitar Rp.70 ribu) sambil menikmati panorama megah dari Athena.

5. Mengunjungi Kota Plaka dan pasar loak di minggu pagi

Dalam keindahan kota tua Plaka di Athena ada sebuah lingkungan yang penuh warung kecil, toko souvenir dan restauran kecil yang menyajikan makan yunani. Setiap Minggu pagi, pasar loak berlangsung di Monastiraki dan Avissinias Square, dengan furnitur antik, porselin dan banyak hal menarik lainnya untuk dibeli.

6. Metro Athena

Metro Athena bukan sekedar sistem alat transportasi bawah tanah dimana Anda bisa meneruskan bepergian dari satu daerah ke daerah lain. Tempat ini juga menjadi museum dimana pameran era Yunani kuno dan seni kontemporer bisa Anda lihat dan nikmati.

7. Mencicipi masakan laut ala Mediterania yang lezat

Bagi Anda yang ingin mencari makanan laut datang saja ke Microlimano. Perjalanan ke sana akan memakan waktu lebih kurang setengah jam dari pusat kota. Pastikan Anda mencoba berbagai makanan laut segar serta resep masakan Yunani di banyak restoran Athena yang sudah terkenal di seluruh dunia dengan bahan-bahan segar dan nilai gizi yang kaya.

8. Belanja

Belanja atau membeli oleh-oleh nampaknya menjadi hal yang wajib apabila berkunjung ke suatu tempat baru. Hal ini juga berlaku di Athena yang terus meningkatkan tradisi panjang dalam bidang kerajinan tangan, membuat perhiasan dan memproduksi sepatu.

Selain itu ada juga dunia fesyen yang menawarkan pusat perbelanjaan dengan desainer yang telah diakui dunia internasional dan perusahaan-perusahaan serta berbagai butik besar ataupun kecil yang menampilkan merek dari seluruh dunia. Kepuasan berbelanja bisa Anda rasakan di Athena.

9. Merasakan kehidupan malam

Kehidupan malam di Athena berlangsung sampai pagi hari. Dengan berbagai bar dan klub, ada banyak hal yang harus Anda lakukan di sana. Bagi Anda yang ingin mengunjungi dua atau tiga tempat sebelum tidur, Distrik Psirri bisa menjadi tempat yang pas karena disana bnyak klub dan bar bagus yang memainkan semua jenis musik dari rock, latin sampai pop.

Selain itu ada juga distrik Gazi yang trendi dengan gaya art bar-nya. Jika Anda mencari sesuatu yang elok, datanglah ke distrik Kolonaki, di pinggiran selatan.

10. Mencicipi budaya hidup Athena

Terakhir tetapi tentunya tidak sedikit, seni tumbuh subur di Athena. Sepanjang tahun, seniman internasional yang telah diakui tampil di ibukota Yunani dan juga seni visual berlangsung di sejumlah besar galeri dan museum. (*/OL-5)

Dipublikasi di keunikan Yunani | Tinggalkan komentar

Sejarah koin Yunani

Pernah bertanya-tanya mengapa uang hari ini kita melihat cara mereka lakukan? Bagaimana dasar untuk dekorasi koin dikembangkan? Hari ini, tagihan paling dan koin berbagi serupa pola umum yang menggambarkan profil atau patung penguasa di bagian depan, sementara sebaliknya menanggung citra sebuah simbol civic penting – baik itu bangunan atau binatang. Tradisi ini dimulai dengan Yunani kuno.

Dari sekitar abad kedelapan SM dan bahkan setelah Yunani diserap ke dalam kerajaan Alexander Agung dan para penerusnya, dunia Yunani ditandai oleh polis, kota-negara, yang ada beberapa ratus. Setiap polis terdiri dari kota dan desa sekitarnya, dan masing-masing memiliki bentuk pemerintahan sendiri, dewa pelindung dan pahlawan sendiri dan tempat yang didedikasikan untuk mereka, dan ekonomi tersendiri.

Para poleis adalah sangat mandiri, bahkan ketika mereka diperintah oleh tiran atau didominasi oleh raja-raja Helenistik, dan koin mereka kesaksian yang mengesankan dengan otonomi mereka. Hampir dari penampilan mereka awal koin Yunani menggunakan kombinasi angka, simbol, dan prasasti untuk menekankan kemandirian dan individualitas dari poleis, menggambarkan dewa mereka pelindung dan pahlawan, produk, dan bahkan puns visual pada nama kota ‘.

Potret-potret sejarah koin Yunani awal adalah kontribusi yang signifikan terhadap sejarah seni. Dalam mereka, mereka mencerminkan cita-cita tertinggi seni tradisional hari, serta memberikan replika yang tepat dari gambar bangunan suci dan penting banyak dan kuil-kuil, membuat mereka tak terhitung penting sejarah. Sejak dari awal mereka, koin tidak hanya potongan logam untuk digunakan dalam perdagangan, tetapi alat penting untuk ekspresi seni dan komunikasi pengabdian agama dan kebanggaan masyarakat.
Zaman pra-numismatik

Dalam rangka untuk memfasilitasi transaksi perdagangan dan bisnis, berbagai Metallics (beragam dalam berat dan bentuk) beredar di kalangan dunia kemudian dikenal di usia pra-numismatik. “Tripodes”, “kapak”, “tusuk sate” di antara nama-nama yang diberikan kepada benda-benda tersebut di atas. Koin paling awal muncul secara bersamaan di dua tempat, Cina dan barat Asia Kecil pada abad ketujuh SM akhir Apakah mereka diciptakan oleh orang Yunani Ionia atau oleh tetangga Lidia mungkin tidak akan pernah diketahui, tetapi itu adalah Yunani yang menyebarkan mata uang di seluruh Mediterania, memperkenalkan kepada orang-orang non-Yunani banyak dengan siapa mereka datang dalam kontak.

Pada awalnya, koin Yunani cap dengan desain, yang numismatists sebut “tipe,” hanya di depan atau depan, dan sebaliknya membawa kesan pukulan yang digunakan untuk stempel logam ke dalam mati depan. Pada akhir abad keenam punch juga membawa mati untuk sebaliknya, dan dari titik ini dan seterusnya koin paling Yunani memiliki jenis di kedua sisi. Hal ini tidak selalu jelas apa yang ditentukan pilihan jenis, tetapi segera menjadi praktik yang hampir universal untuk menggunakan jenis dan prasasti yang mengidentifikasi menerbitkan polis koin.
Sistem numismatik Aegina

Koin-koin perak yang pertama, yang bentuk entah memanjang atau bulat, yang dicetak di pulau Aegina atas perintah tiran dermawan dari Argos, Pheidon. Dia adalah Kepala Amphyctiony (konfederasi dari 7 kota Dorie Yunani-Amerika yang mencakup Aegina) dan pertama untuk menentukan berat dan ukuran untuk kedua cairan dan barang kering. Penduduk Aegina yang terkenal sebagai pedagang dan pelaut, mereka membawa pada perdagangan hidup dengan Ionians dan karena koin Ionia difasilitasi perdagangan mengagumkan, Aegians segera mengadopsi mata uang. Motif di koin dari Aegina adalah penyu laut – pulau itu kekuatan laut utama, dan kura-kura tampaknya menjadi simbol yang tepat. Kura-kura-koin Aegina secara luas digunakan dan sangat populer. Mereka dikenal sebagai “penyu” – “. Kacang” ungkapan slang masih digunakan dalam bahasa Jerman, hari ini berarti “beberapa dolar”, atau Sistem numismatik Aeginitian adalah sebagai berikut:

* 1 = 60 Mnas Bakat
* 1 MNA = 100 drachma
* 1 = 6 Obols dram

Dipublikasi di berbagai sejarah seputar Yunani | Tinggalkan komentar

sejarah Yunani Klasik

 

Abad ke-5 SM

Athena dan Sparta kemudian bersekutu untuk menghadapi ancaman asing yang jauh lebih kuat dan berbahaya, Kekaisaran Persia. Setelah menindas pemberontakan Ionia, Kaisar Darius I dari Persia, Maharaja Kekaisaran Akhemeniyah memutuskan untuk menaklukan Yunani. Serangan persia pada tahun 490 SM diakhiri dengan kemenangan Athena pada perang Marathon dibawah kepemimpina Miltiades muda.

Xerxes I, putra dan pewaris Darius I, mencoba kembali menaklukan Yunani 10 tahun kemudian. Akan tetapi pasukan Persia yang berjumlah besar menderita banyak korban dalam perang Thermopilae, persekutuan Yunani menang atas perang Salamis dan Platea. Perang Yunani-Persia berlangsung hingga 449 SM, dipimpin oleh Athena serta Liga Deli, pada saat ini Macedonia, Thrasia, dan kepulauan Aegea serta Ionia semua terbebas dari pengaruh Persia.

Posisi dominan kemaharajaan maritim Athena mengancam posisi Sparta dengan Liga Peloponesia-nya di daratan Yunani. Konflik tak terhindarkan yang berujung pada Perang Peloponesia (431-404 SM). Meskipun berulang kali berhasil menghambat perang, Athena berulang kali terpukul mundur. Wabah penyakit yang menimpa Athena pada 430 SM disusul kegagalan ekspedisi militer ke Sisilia sangat melemahkan Athena. Diduga sepertiga warga Athena tewas, termasuk Perikles,pemimpin mereka.[4]

Sparta berhasil memancing pemberontakan para sekutu Athena, akhirnya melumpuhkan kekuatan militer Athena. Peristiwa penting terjadi pada 405 SM ketika Sparta berhasil memotong jalur suplai pangan Athena dari Hellespont. Terpaksa menyerang, armada angkatan laut Athena yang pincang dihancurkan oleh Spartan dibawah pimpinan Lysander pada perang Aegospotami. Pada 404 SM Athena mengajukan permohonan perdamaian, dan Sparta menentukan persyaratannya; Athena harus membongkar tembok kotanya, serta melepaskan seluruh koloninya di seberang laut.

Abad ke-4 SM

Yunani memasuki abad ke-4 SM dibawah hegemoni Sparta, akan tetapi jelas dari awal bahwa Sparta memiliki kelemahan. Krisis demografi menyebabkan Sparta kekuasaan Sparta terlalu meluas sedangkan kemampuan terbatas untuk mengelolanya. Pada 395 SM Athena, Argos, Thebes, dan Korinthia mampu menantang Sparta yang berujung pada perang Korinthia (395-387 SM).Perang ini berakhir dengan status quo, dengan diselingi intervensi Persia atas nama Sparta.

Hegemoni Sparta berlangsung 16 tahun kemudian, hingga Sparta berusaha memaksakan kehendanya kepada warga Thebes, Sparta kalah telak dalam perang Leuctra pada tahun 371 SM. Jenderal Thebes Epaminondas memimpin pasukan Thebes memasuki semenanjung Peloponesus, sehingga banyak negara-kota memutuskan hubungannya dengan Sparta. Pasukan Thebes berhasil memasuki Messenia dan membebaskan rakyatnya.

Kehilangan tanah dan penduduk jajahan, Sparta jatuh menjadi kekuatan kelas dua. Hegemoni Thebes kemudian berdiri meski berusia singkat. Pada perang Mantinea (362 SM), Thebes kehilangan pemimpin pentingnya, meski menang dalam perang. Kemudian negara-kota Mantinea berhasil mendominasi Yunani.

Melemahnya berbagai negara-kota di jantung Yunani bersamaan dengan bangkitnya Macedonia, yang dipimpin Philip II. Dalam dua puluh tahun, Philip berhasil mempersatukan kerajaan, memperluasnya ke utara dengan memojokkan suku Illyria, kemudian menaklukkan and Thessaly dan Thrace. Kesuksesannya berkat inovasinya mereformasi tentara Macedonia. Berulang kali Philip campur tangan dalam urusan politik negara-kota di selatan, yang berujung pada invasi tahun 338 SM.

Setelah mengalahkan gabungan tentara Athena dan Thebes dalam perang Chaeronea (338 BC), ia menjadi hegemon de facto seluruh Yunani. Ia memaksa mayoritas negara-kota Yunani untuk bergabung kedalam Liga Korinthia yang bersekutu dengannya, serta mencegah mereka saling serang. Philip memulai serangan terhadap kekaisaran Akhemaeniyah Persia, akan tetapi ia dibunuh oleh Pausanias dari Orestis.

Aleksander Agung, putra dan pewaris Philip, melanjutkan perang. Aleksander mengalahkan Darius III dari Persia dan menghancurkan Kekaisaran Akhemeniyah sepenuhnya, dan ia memperoleh gelar ‘Agung’. Kerika Aleksander wafat pada 323 SM, kekuasaan dan pengaruh Yunani berada pada puncaknya. Akan tetapi terjadi perubahan politik, sosial dan budaya yang mendasar; semakin menjauh dari kemerdekaan polis (negara-kota) dan lebih membentuk kebudayaan Hellenistik.

Dipublikasi di berbagai sejarah seputar Yunani | Tinggalkan komentar

sejarah periode purba Yunani

Periode purba (periode arkaik) dimpulai pada abad ke-8 SM, ketika Yunani mulai bangkit dari era kegelapan yang ditandai dengan keruntuhan peradaban Mycena. Peradaban baca-tulis telah musnah dan huruf Mycena telah terlupakan, akan tetapi bangsa Yunani mengadopsi alfabet Funisia, memodifikasinya dan menciptakan alfabet Yunani. Pada abad ke-9 SM catatan tertulis mulai muncul.[1] Yunani saat itu terdiri atas komunitas mandiri yang merdeka, terbentuk sesuai pola geografis Yunani, dimana setiap pulau, lembah, dan dataran terpisah satu sama lain oleh laut atau pengunungan.[2]

Pada abad ke-6 SM beberapa negara-kota telah tumbuh menjadi kekuatan dominan Yunani: Athena, Sparta, Korinthia, dan Thebes. Masing-masing menaklukkan wilayah pedesaan dan kota kecil sekitarnya, Athena dan Korinthia adalah kekuatan maritim dan perdagangan terkemuka.

Pertumbuhan penduduk yang pesat pada abad ke-8 dan ke-7 SM telah mengakibatkan perpindahan penduduk Yunani ke koloni-koloninya di Magna Graecia (Italia selatan dan Sisilia), Asia Minor dan wilayah lainnya. Emigrasi ini berakhir pada abad ke-6 yang pada saat itu dunia Yunani, secara budaya dan bahasa, mencakup kawasan yang jauh lebih luas dari negara Yunani sekarang. Koloni Yunani ini tidak diperintah oleh kota pembangunnya, meskipun mereka tetap menjalin hubungan keagamaan dan budaya. Periode ini ditandai dengan berkembangnya perdagangan dan meningkatnya standar hidup di Yunani dan koloninya.

Pada paruh kedua abad ke-6 SM, Athena jatuh dalam cengkeraman tirani Peisistratos dan putranya; Hippias dan Hipparchos. Akan tetapi pada tahun 510 SM ketika pelantikan aristokrasi Athena Cleisthenes, raja Sparta Cleomenes I membantu rakyat Athena menggulingkan sang tiran. Setelah itu Sparta dan Athens berulang kali saling serang, pada suatu saat Cleomenes I mengangkat Isagoras yang pro-Spartan menjadi pemimpin Athena. Untuk mencegah thena menjadi negara boneka Sparta, Cleisthenes membujuk warga Athena untuk melakukan suatu revolusi politik: bahwa semua warga athena memiliki hak dan kewajiban politik yang sama tanpa memandang status: dengan demikian Athena menjadi “demokrasi“. Gagasan ini disambut oleh warga Athena dengan bersemangat sehingga setelah berhasil menggulingkan Isagoras dan menerapkan reformasi Cleisthenes, Athena dengan mudah berhasil menangkal tiga kali serangan Sparta yang berusaha mengembalikan kekuasaan Isagoras.[3] Bangkitnya demokrasi memulihkan kekuatan Athena dan memicu dimulainya ‘masa keemasan’ Athena.

Dipublikasi di berbagai sejarah seputar Yunani | Tinggalkan komentar

sejarah Yunani kuno

Yunani Kuno adalah periode dalam sejarah Yunani yang dimulai dari periode Yunani purba pada abad ke-8 sampai ke-6 SM, hingga penaklukan Romawi atas Korintia pada tahun 146 SM. Peradaban ini mencapai puncaknya pada periode Yunani klasik, yang mulai bersemi pada abad ke-5 sampai ke-4 SM. Pada periode klasik ini Yunani dipimpin oleh negara-kota Athena dan berhasil menghalau serangan Kekaisaran Persia. Masa keemasan Athena berakhir dengan takluknya Athena kepada Sparta dalam perang Peloponesia pada tahun 404 SM.

Oleh sebagian besar sejarawan, peradaban ini dianggap merupakan peletak dasar bagi Peradaban Barat. Budaya Yunani merupakan pengaruh kuat bagi Kekaisaran Romawi, yang selanjutnya meneruskan versinya ke bagian lain Eropa.

Istilah “Yunani Kuno” diterapkan pada wilayah yang menggunakan bahasa Yunani pada zaman kuno. Wilayahnya tidak hanya terbatas pada semenanjung Yunani modern, tapi juga termasuk wilayah lain yang didiami orang-orang Yunani: Siprus dan Kepulauan Aegea, pantai Aegea dari Anatolia (saat itu disebut Ionia), Sisilia dan bagian selatan Italia (dikenal dengan Magna Graecia), serta pemukiman Yunani lain yang tersebar sepanjang pantai Colchis, Illyria, Thrace, Mesir, Cyrenaica, selatan Gaul, timur dan timur laut Semenanjung Iberia, Iberia, dan Taurica.

Peradaban Yunani Kuno sangat berpengaruh pada bahasa, politik, sistem pendidikan, filsafat, ilmu, dan seni, mendorong Renaisans di Eropa Barat, dan bangkit kembali pada masa kebangkitan Neo-Klasik pada abad ke-18 dan ke-19 di Eropa dan Amerika.

Dipublikasi di berbagai sejarah seputar Yunani | Tinggalkan komentar

sejarah arsitektur Yunani kuno

Arsitektur ( bangunan yang dikerjakan menjadi suatu desain yang estetik) mulai berakhir di Yunani dari akhir periode Mycenaean ( sekitar 1200 BC) sampai abad ke 7 BC, manakala kehidupan kota dan kemakmuran kembali dan sampai batas di mana gedung pemerintah dapat dikerjakan. Tetapi sejak bangunan Yunani kuno berada di Archaic dan awal periode klasik dibuat dari kayu atau tanah liat, tidak ada apapun sisa reruntuhan di antara bangunan tersebut kecuali tanah dan di sana hampir tidak ada sumber tertulis tentang awal arsitektur atau uraian dari bangunan tersebut. Kebanyakan pengetahuan tentang Arsitektur Yunani datang dari minoritas bangunan yang menyangkut gaya klasik,Hellenistic dan periode Roma (sejak arsitektur roma mengikuti gaya Yunani). Ini berarti hanya kuil yang bangunannya kuat yang bertahan.

Arsitektur, seperti lukisan dan pahatan tidak dilihat sebagai suatu ” seni” pada Periode Yunani jaman kuno. Arsitek adalah seorang tukang yang ahli yang dipekerjakan oleh bangsawan atau orang kaya. Tidak ada perbedaan antara arsitek dan pemborong bangunan. Arsitek merancang bangunan, menyewa tenaga kerja dan tenaga ahli untuk membangun dan bertanggung jawab atas anggaran dan penyelesaian tepat waktu kedua-duanya. Ia tidak menikmati statusnya, tidak seperti arsitek pada bangunan modern. Bahkan nama arsitek tidak dikenal sebelum abad ke 5. Seorang arsitek seperti Iktinos, yang merancang Parthenon, yang hari ini dinilai sebagai seorang arsitektur yang genius, diperlakukan pada waktu itu dalam seumur hidupnya tidak lebih daripada seorang pedagang.

Bentuk standar Gedung pemerintah Yunani dikenal mempunyai bantuk yang sama dari Parthenon, dan bahkan bangsa Roma membangun bangunan mereka ,engikuti gaya Yunani, seperti Kuil untuk semua dewa di Roma. Bangunan pada umumnya membentuk suatu dadu atau kubus ataupun suatu segiempat panjang dan dibuat dari batu gamping. Pualam adalah suatu material bangunan mahal di Yunani: pualam mutu tinggi datang hanya dari Mt Pentelus di Attica dan dari beberapa pulau seperti Paros, dan jalur transportasinya sangat sulit. Batu pualam digunakan dalam pahatan dekorasi, tidak berstruktur, kecuali di dalam bangunan paling agung periode zaman Klasik seperti Parthenon.

Gambar (1.2)
Bagian atas dari Yunani Akademi Nasional yang dibangun di athena, mempertunjukkan pahatan pediment.

Titik dari atap Yunani yang rendah membuat suatu bentuk persegi tiga pada masing-masing tepi bangunan, pediment, yang mana pada umumnya diisi dengan dekorasi pahatan. Sepanjang sisi dari bangunan, antara kolom dan atap, adalah suatu baris blok sekarang dikenal sebagai entablature, yang permukaannya menyajikan suatu ruangang untuk memahat, dekorasi yang dikenal sebagai metopes dan triglyphs. Tidak ada yang dapat menyelamatkan bagunan Yunani dari keruntuhan, tetapi bangunan aslinya dapat dilihat pada beberapa tiruan dari bangunan modern Yunani, seperti Yunani Akademi Nasional yang membangun di Athena, lihat gambar (1.2)

Gambar (1.3)
Tholos di Delphi

Format Arsitektur umum lainnya yang digunakan dalam arsitektur Yunani adalah tholos, suatu struktur lingkaran dimana contoh yang terbaik adalah pada Delphi (lihat gambar 1.3) dan tujuan religiusnya adalah melayani pemuja kuil, propylon atau serambi, yang mengapit pintu masuk ke ruangan terbuka dan cagar alam ( contoh yang terbaik yang dikenal adalah pada Acropolis Athens), dan stoa, suatu aula yang sempit panjang dengan suatu colonnade terbuka pada satu sisi yang digunakan untuk mengatur barisan kolom kuil Yunani. Suatu stoa yang telah dipugar adalah Stoa Attalus dapat dilihat di Athena. (lihat gambar 1.1)

Dasar dari segiempat panjang atau kubus pada umumnya diapit oleh colonnades ( baris kolom) pada bagian atas baik dua maupun pada keempat sisinya. Ini adalah format dari Parthenon. Sebagai alternatif, suatu bangunan berbentuk kubus akan membuat suatu serambi bertiang-tiang ( atau pronaos dalam) istilah Yunani) sebagai pembentukan pintu masuknya, seperti terlihat pada setiap Kuil untuk semua dewa. Yunani memahami prinsip dari pekerjaan menembok bangunan lengkung tetapi penggunaannya sangat sedikit dalam bangunan Yunani dan bangunan Yunani tidak meletakkan kubah pada atas bangunan mereka tetapi mengatapi bangunan mereka dengan balok kayu yang ditutup dengan terra cotta ( atau adakalanya batu pualam).

Gambar (1.4)
Tampak depan dari perpustakaan Celcus, Ephesus.

Kuil adalah tempat terbaik yang dikenal umum dalam dunia arsitektural. Kuil tidak mempunyai fungsi yang sama dalam melayani seperti pada gerja modern. Untuk satu hal, altar memikul langit yang terbuka di dalam temenos atau tempat pengorbanan suci. Kuil bertindak sebagai tempat penyimpanan benda-benda yang dianggap berhubungan langsung dengan dewa yang dipuja. Kuil adalah suatu tempat untuk pemuja dewa untuk meninggalkan sesaji yang memenuhi nazar mereka, seperti persembahan patung, Pada bagian dalam kuil, cella, begitu para pemuja sebagian besar menyimpan barang pemujaan mereka dalam ruangan besi dan gudang. Dan bangunan itu pada umumnya dilapisi oleh baris kolom yang lain .
Tiap-Tiap Kota di Yunani dengan segala ukurannya juga mempunyai suatu palaestra atau ruang olah raga. Ruangan ini sangat terbuka dengan atap terbuka menghadap ke langit dan dilapisi dengan colonnades, digunakan untuk kejuaraan atletik dan latihan juga sebagai pusat perkumpulan kegiatan sosial dan juga tempat perkumpulan kaum pria. Kota Yunani juga perlu sedikitnya satu bouleuterion atau sidang, suatu bangunan yang besar yang sebagai ruang pertemuanyang menempatkan dewan kota ( boule) dan sebagai gedung pengadilan. Karena Yunani tidak menggunakan bangunan lengkung atau kubah, mereka tidak bisa membangun ruang besar tanpa didukung oleh atap, bouleuterion adalah baris tiang dan kolom internal yang digunakan untuk menopang atap atas.

Terakhir, tiap-tiap Kota di Yunani mempunyai suatu teater. Ini digunakan untuk pertemuan-pertemuan publik atau drama. Acara di dalam teater berkisar pada abad ke 6 BC ( lihat Teater Yunani). Teater pada umumnya yang ditetapkan dalam suatu lereng bukit di luar kota itu , dan mempunyai tempat duduk berupa barisan yang ditetapkan dalam suatu seperdua lingkaran di sekitar area pusat orkes atau acara. Di belakang orkes adalah suatu bangunan rendah yang disebut skene, yang mana bertindak sebagai suatu gudang, suatu kamar ganti, dan juga sebagai latar belakang pada tindakan yang berlangsung di dalam orkes atau pertunjukkan tersebut. Sejumlah Teater Yunani hampir tetap utuh, yang terbaik yang dikenal adalah teater Epidaurus.

Dipublikasi di berbagai sejarah seputar Yunani | Tinggalkan komentar